Rabu, 28 Desember 2016

Edisi 10 Cinta Rasul

Edisi 8 Cinta Rasul (#Tak Kenal Maka Tak Cinta#) Sisi pribadi/bentuk fisik 1. Ketampanan Rasulullah SAW @ Ketampanan Rasulullah SAW secara fisik dapat dilihat dari riwayat di bawah ini: Al-Bara' ibn 'Azib ra. berkata: Rasulullah SAW adalah seorang yang berperawakan sedang, berpundak lebar dan berambut lebat sampai ke daun telinga. Beliau suka mengenakan pakaian warna merah. Aku sama sekali tidak pernah melihat sesuatu yang lebih bagus dari pada Nabi SAW. 2. Cara Menyisir Rambut Sebagai manusia biasa, Rasulullah SAW  yang berambut panjang, selalu menyisir rambutnya, yaitu  mengurai dan menjadi dua belahan. Hal ini seperti yang dikisahkan Ibn Abbas sebagai berikut: Ibnu Abbas ra. berkata: Kebiasaan orang-orang ahli kitab ialah memanjangkan rambut mereka sedang orang-orang musyrik biasa menyisir rambut mereka menjadi dua belahan. Rasulullah SAW senang menyesuaikan dengan ahli kitab dalam hal yang tidak diperintahkan (mubah) lalu Rasulullah SAW memanjangkan rambut jambulnya setelah itu disisir menjadi dua belahan. 3. Rasulullah SAW Berkeringat @ Tubuh Rasulullah SAW berkeringatan sebagaimana lazimnya manusia, bahkan ketika turun wahyu, keringat itu semakin banyak, baik di musim dingin atau panas. Aisyah berkata: Jika diturunkan wahyu kepada Rasulullah SAW pada pagi hari yang dingin kemudian dahinya akan mengucurkan keringat. @ Bahwa Ummu Sulaim ra. menghamparkan selembar tikar kulit sehingga Rasulullah saw. dapat tidur siang di atasnya. Beliau berkeringat banyak sekali lalu Ummu Sulaim mengumpulkan keringat tersebut untuk mencampurnya dengan minyak wangi kemudian memasukkannya ke dalam botol-botol kecil. Kemudian Nabi SAW bertanya kepada Ummu Sulaim: Apa ini? Ia menjawab: Keringatmu yang aku campur dengan minyak wangiku. (HR.Muslim) 4. Keringat Rasulullah SAW Harum Keringat Rasulullah SAW harum, demikian pula dengan ludah dan bau mulutnya. @ Anas ibn Malik ra. bercerita: Aku menemani Rasulullah SAW sepuluh tahun dan aku sudah mencium semua wewangian dan aku belum pernah mencium bau mulut yang lebih harum dari bau mulut Rasulullah SAW. @ Nabi SAW disodorkan sebuah wadah berisi air, beliau meminumnya, lalu meludah (mengeluarkan air dari mulut) di wadah itu, kemudian air dalam wadah dituangkan ke dalam sumur-dalam lafazh lain: Nabi SAW meminum dari wadah dan meludah di sumur- tiba-tiba dari sumur itu merebak bau wangian yang harum. Based on aplikasi Potret Pribadi dan Kehidupan Rasulullah (PKH) karya Dr KH Ahmad Lutfi Fathullah MA Disadur oleh Grd 301116 #saveRohingya# 3 4 Jakarta Allahumma sholi ala Muhammad Arsip: Www.DambacintaMu80.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar